| SHE (Fikri/detikhot) |
Jakarta - Disepelekan. Hal tersebut dirasakan SHE sejak pertama kali dibentuk bahkan hingga kini. Menurut SHE, jadi band perempuan itu memang tidak mudah sama sekali.
SHE bukanlah girlband, mereka bermain musik dan membuat lagu sendiri. Sudah tiga album mereka buat selama berkarier 12 tahun. Tapi itu ternyata tidak cukup bisa membuat mereka dipandang sebagai sebuah band.
Padahal mereka ingin disamakan dengan band lainnya, yang didominasi dengan personel pria. Toh mereka tak kalah repotnya dengan para band pria tersebut, bahkan SHE lebih repot.
"Mereka masih memandang sebelah mata hanya karena kita perempuan. Padahal kita musisi lho sama kayak yang lain. Emang apa yang salah dengan perempuan nge-band. Kita nggak beda dari band lainnya," ujar sang vokalis Melly kepada detikHOT.
Karena mereka para perempuan, SHE juga kerap dikalahkan dari band lainnya. Mereka pernah diminta untuk tidak memegang alat saat tampil dalam acara TV. Jelas SHE menolak karena bagaimana pun konsep mereka adalah band.
"Kita itu bangun lebih pagi dan tidur lebih malam dari band lainnya. Tapi kalau giliran acara ramai-ramai, kita yang disuruh minus one, mungkin nggak percaya kalau kita bisa main musik juga," kenang sang bassis Arnie.
SHE juga tidak melupakan hakikat mereka sebagai perempuan. Tak hanya menyuguhkan lagu dan perform yang baik, SHE juga berusaha untuk tampil menarik dan cantik.
"Band lain pulang tur istirahat di rumah, kita ngurus rumah dulu, ngurus suami. Betapa ekstranya kita kan," jelas Melly.
Tapi semua dilakukan SHE dengan suka cita. Anggapan miring dan menyepelekan pun akhirnya jadi hal biasa yang tak diambil pusing. SHE membantah semua anggapan tersebut dengan karya dan pembuktian karier mereka. Terus berjuang SHE.
(yla/mmu)
Sumber
Home




